Mengenai Saya

Foto saya
Menuangkan segala imajinasi dengan menggerakkan jemari di hamparan keyboard

Rabu, 09 Desember 2009

Benarkah atas nama idealisme kekerasanpun menjadi halal?

Pergerakan Mahasiswa tentu merupakan pergerakan yang patut diapresiasi oleh semua pihak, oleh karena sejarah telah menorehkan bahwa Mahasiswa sangat memegang peran penting sepanjang perjalanan bangsa ini. Terutama sejak tumbangnya orde baru pergerakan Mahasiswa merupakan tombak terdepan tentu menjadi sejarah penting bagi bangsa ini. Namun sangat disayangkan ketika pergerakan atas nama idealis untuk memperjuangkan hak rakyat dinodai oleh hal-hal yang mencoreng pergerakan tersebut.

Hari ini, 9 Desember 2009 hampir di seluruh penjuru negeri ini melakukan aksi damai untuk memperingati pemberantasan korupsi sebagai aksi moral yang harusnya berjalan damai, namun sangat disayangkan, pergerakan teman-teman Mahasiswa di satu daerah di nodai oleh tindakan yang begitu sangat merugikan pergerakan tersebut. Kerugianpun ditimbulkan dari aksi ini, fasilitas umumpun menjadi sasaran. Sehingga pergerakan tersebut menjadi sorotan buruk terhadap aksi mahasiswa.

Tidakkah aksi damai itu lebih baik? Bukankah dengan menyuarakan aspirasi itu tidaklah cukup?, maaf kepada teman-teman seperjuangan, bukan tidak setuju terhadap aksi dan pergerakannya, namun sangat tidak mendukung aksi anarkis yang dilakukan teman-teman seperjuangan. Bukankah itu merugikan kita sendiri? Kita ternoda di dalam sejarah! Jangan mencoreng nama baik Mahasiswa sang suara rakyat Bahkan rakyat yang akan membelok membenci kita. Kita harus tetap berdiri tegak dengan idealis dan nurani demi bangsa ini! Tentu tak akan ada yang setujuh dengan aksi anarkisme.

Teman-teman seperjuangan, untuk memperjuangkan hak rakyat dan demi bangsa ini tentu banyak langkah yang dapat kita lakukan tanpa kekerasan. Mari kita mengawal setiap detik perjalanan bangsa ini dengan tetap berpegang teguh kepada idealis dan norma yang berlaku! Bangsa ini sudah terlalu banyak kekerasannya, meski tidak secara langsung, namun kemiskinan, kelaparan, pengangguran, pendidikan mahal, pelayanan kesehatan mahal, penggusuran, bukankah itu bentuk kekerasan penguasa terhadap rakyat? Idealisme atas nama perjuangan tentu harus tetap tegak tak tergoyahkan oleh apapun. Oleh sebab itu mari kita melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat dan tak merugikan.

Kamis, 04 Juni 2009

Hati-hati menggunakan IT

Sepertinya di Negara kita untuk mengeluarkan pendapat masi perlu berhati-hati, contohnya seorang ibu yang hanya sekedar menuangkan pengalamannya pada sebuah RS dalam lembaran surat elektronik harus ditebusnya dengan mendiami jeruji besi selama kurang lebih 3 pekan padahal dalam tulisan si ibu tersebut memiliki tujuan untuk mengingatkan apa yang dialaminya tidak akan terjadi pada yang lainnya. Wah..wah…..

Yah, ini tentunya karena timpang-tindihnya peraturan perundang-undangan di Negara kita, di satu sisi kita memiliki kebebasan berpendapat, namun di sisi lain kita dikekang. Yang parahnya lagi di UU tentang IT dengan pelanggar atas dasar fitnah/pencemaran nama baik dituntut 6 tahun pencara, loh koruptor aja yang jelas-jelas merugikan Negara dan banyak orang kebanyakan di bebaskan. Apalagi si ibu tersebut belum terbukti mencemarkan nama baik langsung main penjara,,, weleh..weleh.... Negara kita makin edan!!

Seharusnya RS tersebut memintah maaf atas pelayanan mereka yang kurang, bukan malah melaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik, dan saharusnya mereka lebih memperbaiki pelayanan mereka!! Karena RS merupakan pelayanan public yang menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Semoga saja ini takan terulang lagi.



Kamis, 21 Mei 2009

SAMSUNG LED TV is the best



Persaingan di bidang elektronik pada saat ini sangatlah ketat. Setiap perusahaan bergegas menciptakan inovasi-inovasi terbaru untuk merebut hati pasar. Berbagai kecanggihan teknologipun muncul dengan berbagai jenis dan merk, Televisi salah satunya. Namun yang menjadi perhatian saat ini adalah sebuah TV dengan Merk SAMSUNG. Yaitu inovasi terbarunya yakni SAMSUNG LED TV. Begitu tipis mempesona, yang didesain dari satu keping kristal tanpa sambungan yang begitu sempurna. TV ini juga dapat dikatakan TV tertipis di dunia dan menawarkan gambar yang lebih tajam dan warna yang lebih cerah. Selain itu SAMSUNG LED TV menerapkan panduan Energy Star versi 3.0 yang mampu menghemat listrik cukup signifikan, yakni sekitar 40 persen dibandingkan LCD High Definition dengan ukuran yang sama ataupun dengan merk lainnya. Ini sangat tepat digunakan oleh keluarga hemat.

SAMSUNG LED TV juga sebagai produk yang ramah lingkungan, ini dibuktikan dengan Frame bezel daur ulangnya tidak berisi VOCs. Dan dengan menggunakan cahaya LED bebas-merkuri yang menggunakan sedikit daya, emisi CO2 menjadi lebih sedikit. kita bisa lebih tenang karena mengetahui bahwa kita meninggalkan sedikit karbon yang merusak lingkungan.

Bahkan SAMSUNG LED TV telah meluncurkan 3 seri dari TV ini, dengan kelebihan yang luar biasa di kelasnya. Yaitu seri B8000, B7000, B6000. Dan pada CES 2009 salah satu seri dari SAMSUNG LED TV telah mendapatkan penghargaan sebagai ultra slim LED Full HD TV dengan teknologi automotion plus 240Hz. Sekarang bagaimana menerut anda? Silahkan komentari!!!


Sabtu, 09 Mei 2009

Indonesia gudangnya barang illegal dan seludupan

Itulah satu kalimat yang sebenarnya tidak patut diungkapkan, tapi bukti sehari-hari menunjukkan indikasi seperti itu. Mulai dari illegal loging, kosmetik illegal, elektronik seludupan, sampai pada makanan illegal yang banyak ditemukan di negeri ini.

Masalah-masalah tersebut tidak dapat dipungkiri, hampir setiap saat kita saksikan di media bahwa terjadi illegal loging, penyeludupan barang dalam angka yang tidak sedikit, bahkan kondom bekaspun diseludupkan ke Indonesia. Wah..wah..wah..!!!

Contoh kecil yang ada disekitar kita, bahkan tidak menutup kemungkinan kita pernah melakukannya, yaitu banyaknya diperjual belikan kepingan CD/DVD bajakan yang mana hasil karya orang lain digandakan tanpa seizin pemilik hak cipta. Dan yang sangat menyedihkan barang-barang tersebut dapat kita jumpai dengan mudah di pusat-pusat perbelanjaan “Mall” bahkan di pedagang kaki lima.

Namun ternyata dengan alasan keuntungan besar dan harga murah ini menjadi buruan masyarakat kita, padahal ini sangat merugikan Negara. Coba kalau seandainya barang bajakan tersebut tidak ada, tentu masyarakat juga tidak akan mencari atau menggunakannya. Tapi sayangnya pihak terkait sama sekali tidak mempedulikan masalah-masalah tersebut bahkan sepertinya itu dibiarkan saja, padahal berapa besar kerugian Negara akibat tindakan tersebut.

seandainya itu merupakan barang legal, tentu setiap 10 % dari hasil penjualannya masuk ke kas Negara. Wow….! Betapa besarnya pendapatan Negara kita. Tapi sayang seribu sayang, belum ada niat baik dari pihat terkait untuk menindaki hal ini untuk kemajuan Negara tercinta.



Jumat, 08 Mei 2009

BPOM Main Tempel

Masyarakat perlu berhati-hati untuk memilih barang belanjaan, terutama bahan makan/obat. Karena sekarang banyak makanan olahan/jadi yang masuk ke Indonesia yang di inpor dari berbagai Negara. Untuk menemukannya sangat tidak susah, silahkan saja kita masuk ke swalayan-swalayan dan toko yang ada di sekitar kita dan mendekat ke bagian deretan makanan, kita pasti akan mendapatkan berbagai makanan olahan/jadi dengan nama-nama yang sangat asing, bahkan kebanyakan kita tidak mengetahui itu terbuat dari bahan-bahan apa saja.

Yang lebih parah lagi, dan saya melihat dengan mata sendiri bahkan saya dengan sembunyi-sembunyi sempat mengabadikan penemuan saya itu. Adalah izin dan registrasi dari Badan POM Indonesia yang hanya ditempel sekedarnya dengan menggunakan kertas ala kadarnya. Yang menjadi pertanyaan apakah ini benar-benar telah lolos dari pengujian BPOM? Atau jangan sampai nanti dikemudian hari BPOM gempar dengan penemuan bahan berbahaya yang terkandung di makanan tersebut.

Masalah-masalah tersebut tidak jarang terjadi di Negara kita, ingat saja hampir setiap saat ditemukan makanan ataupun obat yang mengandung bahan berbahaya, padahal makanan-makanan atau obat tersebut sebelumnya telah lama beredar di masyarakat. Bahkan banyak dari itu adalah merek-merek terkenal dari perusahaan besar.

Di mana kinerja BPOM? Apa sebenarnya tanggung jawab BPOM? Jangan sampai hanya rajin mengeluarkan izin seenaknya karena pendapatan besar dari perusahaan tanpa meneliti atau mengawasi apa yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Padahal yang dirugikan adalah masyarakat, nanti pada saat muncul penemuan zat berbahaya pada makanan lalu gempar dan berbondong-bondong main sita sana sini, padahal itu merupaka keselahan mereka yang dari awal tidak mengawasi secara baik makanan dan obat yang beredar di masyarakat.

Coba seandainya, sebelum makanan atau obat beredar itu diteliti secara mendetail, jangan asal teliti, dan pada saat makanan atau obat tersebut beredar di masyarakat diawasi setiap saat dengan jarak waktu yang tidak lama atau dilakukan secara kontinyu. Tentu masalah-masalah tidak akan timbul. Terbuktikan, bahwa zat-zat berbahaya ditemukan pada susu, biscuit, obat, dan masih banyak lagi yang telah bertahun-tahun beredar di masyarakat dan mendapat izin edar dari BPOM, tentu itu sudah telat!!!!!!! Lihat saja dendeng atau abon yang bercampur babi, ditemukan setelah beredar bertahun-tahun, dimana kinerja BPOM?


foto: koleksi pribadi