Mengenai Saya

Foto saya
Menuangkan segala imajinasi dengan menggerakkan jemari di hamparan keyboard

Rabu, 22 April 2009

Ada Apa Dengan Belanda?

Belanda? Ya, Ini nama yang sangat tidak asing, bahkan waktu saya masih SD di pelajaran Sejarah nama ini selalu dibahas, inilah salah satu Negara penjajah Negara kita tercinta Indonesia di jaman tempo doloe. Belanda dikenal sebagai penjajah Negara ini ratusan tahun bahkan pada saat itu Belanda benar-benar pingin menguasai negeri ini, maklum Indonesia terkenal dengan kekayaannya. Namun itukan dulu biarlah itu menjadi catatan kelam sejarah kita, toh sekarang kita sudah merdeka.

Namun kini Belanda dikenal di kanca internasional dengan berbagai kemajuannya, baik di bidang industrinya, teknologi, pendidikan bahkan keindahan negaranya. Terutama pendidikannya, Belanda menjadi salah satu Negara tujuan untuk pendidikannya, bahkan hampir dari seluruh Negara termasuk Negara kita tercinta Indonesia, yah bisa dikata Negara ini menjadi tujuan komunitas global untuk mencari ilmu.

Kenapa Belanda? Yah ternyata Belanda semenjak berdiri Sebagai kerajaan pada tahun 1848 telah memprioritaskan untuk membentuk lembaga-lembaga pendidikan yang bermutu dan kompoten, serta memberikan kebebasan pada kelompok dan golongan untuk mendapatkan pendidikan yang berlandaskan Agama dan falsafa hidup sehingga di Belanda terdapat berbagai sekolah yang berlandaskan atas dasar agama ataupun falsafah hidup setiap golongan yang ada.

Hingga kini hal tersebut masih berlaku, dibuktikan dengan adanya keterbukaan, multikultur yang ada di Negara tersebut. Segala perbedaan yang ada dalam komunitas diakomodasi dengan baik dan menerima segala bentuk perbedaan sehingga ini yang menarik secara global pada Negara ini. Dan tentunya yang tidak kalah penting adalah kualitas dari pendidikannya, Belanda adalah Negara pertama yang menawarkan program studi bahasa inggeris padahal Belanda adalah Negara non bahasa inggris. Di sini terdapat kurang lebih 14 Universitas yang kesemuanya itu sangat berkompoten dan berkualitas, bahkan lebih dari 10 universitasnya masuk dalam 200 universitas terbaik di dunia, dan menurut penelitian lulusan Belanda adalah lulusan dengan kinerja dan kemampuan terbaik, yah itu memang terbukti karena dinegara kita banyak lulusan Belanda yang memegang peranan penting dalam banyak bidang. Kini saya sangat mengimpikan untuk menginjakkan kaki di Negara indah ini, karena selama ini saya hanya dapat melihatnya melalui tv ataupun media cetak. Ya, semoga saja saya dapat mengunjunginya, pingin menikmati langsung indahnya warna-warni tulip, kincir angin raksaksanya, bahkan kiranya ingin duduk belajar dalam suatu ruang kuliah yang nyaman bersama teman-teman dari berbagai Negara lain di Universitas terkenalnya, secara disana ngumpul hampir dari semua Negara. Semoga saja.


Gambar:

http://www.old-picture.com/europe/Windmill-Holland-view-rear.htm

http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Amsterdam_Avenue_-_Columbia_University_-_south.jpg


akhirnya Bisa Juga

Sejak lama keinginan memiliki blog pribadi untuk sekedar carat coret di dunia maya ini hanya menjadi sekedar keinginan belaka, karena berbagai aktivitas yang bisa dibilang penting ataupun sekedar hura-hura. Setiap membaca tulisan para blogger keinginankupun semakin kuat, pingin rasanya jemariku segera mengutak atik keyboard laptopku. Tapi selalu terabaikan oleh ketidak pastian (ceileeee) @*%$#$%**^

Namun setelah sekian lama keinginan itu terabaikan, akhirnya kini aku memiliki blog pribadi, yah lumayan sekarang akhirnya bisa juga. Namun itu semua tidak luput dari dukungan “special someoneku” hampir tiap hari dia mendesakku untuk nulis buat di posting ke blog. Tenks yah.

Sekarang aktivitasku bertambah, waktu luangku harus aku gunakan untuk nulis sekedar nyorat-nyoret aja, walaupun bisa dibilang proses belajar yang pastinya ini sangat bermanfaatlah buatku secara pribadi, itung-itung ngasah otak dari pada hanya menghabiskan waktu tanpa tujuan. Kedepan semoga diri ini akan lebih baik. Hehehe…



Selasa, 21 April 2009

Jangan Bohongi Rakyat

Di saat menjelang pemilihan umum seperti sekarang banyak orang yang mengambil kesempatan mancalonkan diri untuk menjadi anggota legislativ maupun eksekutiv (Presiden/Wapres), namun sangat sulit untuk mengetahui apakah mereka benar-benar datang untuk rakyat atau hanya untuk mencari popularitas, mencari jabatan, bahkan mungkin hanya untuk menambah pendapatan. Toh memang gajinya lebih besar daripada Guru yang setiap hari harus berteriak untuk mengajarkan ilmu kepada muridnya namun gajinya tidak mencukupi. Dibanding mereka yang hanya duduk di kursi empuk, yang saat sidang/rapat untuk menentukan nasib rakyat tak hadir, toh kalau hadir mereka cuma tidur. Setelah ada keputusan dengan dana besar pasti sebagian dari itu menjadi milik pribadi (KORUPSI). Itu sudah terbukti kan?

Musim kampanyepun menjadi lahan untuk mereka membujuk rakyat dengan janji-janji manis agar rakyat memilih mereka, tidak jarang berbagai carapun mereka lakukan, mulai dari baliho dan poster yang bak jamur dimusim hujan yang hanya mengotori pemandangan bagaikan sampah yang berserakan, membagikan sembako, bahkan tak sedikit yang membagikan uang dengan dalih sebagai sumbangan. Tapi sayang, tak seharusnya rakyat dibohongi! Bukan janji tapi bukti! Sekarang rakyat kita cerdas, dibagikan sembako ya ambil saja, dibagikan uang ya syukur, namanya juga rejeki, tapi ingat! Pilihan belum tentu pada si sang pemberi, karena rakyak tau mana yang layak dan terbaik. Skarang terbuktikan? banyak caleg yang stress akibat udah banyak keluarin duit, bahkan ngutang sana-sini, jual ini itu toh ternyata tidak terpilih, hahaha... mereka pikir dengan uang semua akan berjalan lancar, mau jadi apa Negara ini kalau calon pemimpinnya semua memudahkan segala urusan dengan UANG??

Berpolitik selayaknya menggunakan nurani, lebih mementingkan rakyat dari kepentingan pribadi, tidak hanya mengubar janji tapi karya nyata, serta tidak mengunakan cara-cara busuk, karena rakyat kini makin cerdas. Toh kalau tidak terpilih tidak perlu kecewa berat apalagi harus masuk Rumah Sakit Jiwa…



Mungkinkah Indonesia sehat 2010?

Indonesia sehat 2010 yang dicanangkan sejak tahun 1999 oleh pemerintah sepertinya masih jauh dari kenyataan. Di tahun 2009 yang merupakan tahun terakhir untuk mencapai Indonesia sehat 2010 masi banyak permasalahan kesehatan yang belum teratasi secara penuh, baik dari tingkat Pusat maupun tingkat daerah Provinsi, Kabupaten/Kota. Ini didasari oleh indikator-indikator dan target-target untuk mencapai program tersebut yang telah ditetapkan oleh Pemerintah khususnya Departemen Kesehatan RI.

Indikator ataupun target merupakan variable yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keadaan atau status dan memungkinkan dilakukannya pengukuran terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.

Contoh kecil adalah angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup adalah 150 padahal pada data tahun 2007 target tersebut masih jauh dari cukup yaitu 228 per 100.000 kelahiran. Bahkan menurut World Bank Angka kematian ibu saat melahirkan di Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini berdasarkan data penelitian world bank atau bank dunia tahun 2008 ini.

Data Women Research Institute, angka kematian ibu saat melahirkan dari 302 per 100.000 ibu melahirkan menjadi 420 per 1 00.000ibu melahirkan. Hal ini sangat memprihatinkan karena Millinium Development Goals (MDGs) menargetkan 125 per 100.000 ibu menlahirkan dan ditargetkan tercapai pada tahun 2015 dan 150 per 100.000 kelahiran hidup untuk Indonesia sehat 2010.

Peningkatan angka kematian ibu saat melahirkan ini disebabkan oleh mininmnya anggaran yang diperuntukan untuk penurunan angka kematian ibu dimana saat ini masih dibawah 1% dari APBN atau APBD. Belum lagi pada angka kesakitan, kejadian penyakit menular dan tidak menular, kesehatan lingkungan dan yang tidak kala penting adalah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang masi sangat jauh dari memuaskan. Mengenai pelayanan kesehatan (YANKES) inilah sebenarnya yang harusnya menjadi perhatian Pemerintah, baik sarana dan prasarana maupun tenaga medik yang harusnya disiapkan oleh pemerintah.

Sepertinya pemerintah melihat permasalahan kesehatan ini hanya dari permasalahan perkotaan padahal di daerah-daerah tertentu masih banyak balita-balita yang kekurangan gizi, tak diimunisasi, ibu hamil yang tanpa pemeriksaan dan pada saat melahirkan hanya ditolong oleh dukun karena ketiadaan tenaga medik (Bidan). Jadi apa sebenarnya yang harusnya menjadi indikator Indonesia sehat? Apakah Indonesia Sehat 2010 akan terwujud? Semoga saja…..



Akhirat Tidak Kekal

Mungkinkah benar akhirat itu tidak kekal? Sebenarnya saya pun merasa bingung, namun setelah membaca buku yang merupakan diskusi Tasawuf Modern karya Agus Mustofa, seorang ulama sekaligus pakar nuklir lulusan UGM yang judulnya “ternyata akhirat tidak kekal”. Dalam pembahasannya, beliau banyak mengutip ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan akhirat yang ternyata banyak memberikan berita mengenai tidak kekalnya akhirat. Dan di sinilah membuka kebingungan saya, dan saya meyakini atas landasan Firman-Nya. Logikanya sederhana meskipun agama bukanlah sebuah logika. Pertama, apakah alam akhirat itu ciptaan Allah? Jawabannya tentu dan pasti ya! Kedua, antara ciptaan dan yang menciptakan yaitu Allah manakah yang kekal? Jawabannya pastilah Allah SWT yang Maha Segala-galanya yang kekal selama-lamanya.

Nah inilah yang menjadi landasan awal saya untuk meyakini ini, tidak mungkin ada yang menyaingi kekekalan Allah, sedangkan Ialah pencipta segala-galanya. Meskipun dalam ayat-ayat Al-Qur’an banyak berita tentang kekalnya alam akhirat seperti pada ayat: Al Baqarah: 25, 39, Al Imran: 107, At Taubah: 100 dan lain-lain. Namun inilah yang memunculkan kontradiksi, kenapa akhirat sebagai ciptaan dianggap kekal abadi. Yang manakah sebenernya keliru? Apakah pemahaman kita? Atau berita al-Qur’an? Namun tentu tidaklah mungkin ayat-ayat Allah itu keliru, jadi hanya ada satu kemungkinan, yaitu pemahaman kita yang agaknya keliru.

Coba kita buka QS. Huud: 106-108, ternyata disitu dapat digambarkan mengenai alam akhirat, yaitu mengenai surga dan neraka yang orang-orang di dalamnya akan hidup kekal selama ada langit dan bumi, secara tidak langsung bahwa surga dan neraka dipengaruhi keadaan langit dan bumi. Sebagai penutup dalam QS. Al Qashash: 88 dikatakan bahwa tiap-tipa sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya. Bagaimana dengan akhirat? Wallahu a’lam…. Hanya Allah SWT yang mengetahuinya.